Kamis, 06 September 2018

Resensi Ilmiah

Resensi Ilmiah Judul Buku : Metodologi Pembelajaran Bahasa Penulis : Dr. Maman Suryaman, M.Pd Penerbit : UNY Press Kota Terbit : Yogyakarta Tebal Buku : 255 halaman ISBN : 978-979-8418-87-7 Guru memiliki posisi yang amat penting di dalam pembelajaran bahasa. Ia berperan bukan saja sebagai transfer of knowledge, melainkan juga inspirator dan pendidik yang professional. Guru bukan hanya sebgai penafsir kurikulum bahasa, tetapi juga sebgai pemakna dan pembuat kurikulum bahasa. Guru bukan hanya sebagai pengajar bahasa,melainkan juga sebagai pembelajar bahasa yang selalu haus akan perubahan dan pembaharuan. Guru bukan hanya sebagai pegawai, melainkan juga sebgai akademisi yang tak henti-hentinya menjadi pencerdas anak bangsa. Mengingat perannya yang amat penting, perlulah guru bahasa untuk selalu membangun literasi diri dan siswanya. Implikasinya, diperlukan berbagai referensi untuk meningkatkan profesionalitas dan akademiknya. Maka disusunlah perencanaan dan evaluasi dalam kegiatan pembelajaran bahasa dan sastra ini. Garis-garis besar dari metodologi pembelajaran bahasa dan sastra dapat diuraikan sebagai berikut: a. Kurikulum Di dalam konteks berbangsa dan bernegara kurikulum merupakan perangkat pembelajaran yang amat strategis untuk menyemaikan dan membentuk konsepsi dan perilaku individu tentang kesadaran identitas. Kesadaran identitasmenurut (Suwignyo, 2007:39) menunjuk pada kemampuan serta proses memahami perubahan jati diri terkait cara berpikir, kemandirian, dan orientasi pribadi (aspek internal psikologis) serta posisi, peran, dan tanggung jawab sosial individu (aspek eksternal-sosiologis). OLeh karena itu, proses transformasi system nilai, makna ,dansimbol material dan non material dalam bidang kehidupan manusia menackupi juga persoalan ekonomi, religi, kekuasaan, pertanian, kelautan, keuangan, kesehatan, pakaian, makanan, arsitektur, tata rumha, hokum,hak milik, dan kemandirian alam piker atau subjektivitas (Marry,2003). b. Pembelajaran Bahasa, Perkembangan Kognitif, Dan Problematikanya 1.) Kegiatan berbahasa dan bersastra Dlam kegiatan berbahasa dikehendaki terjadinya kegiatan berbahasa, yakni kegiatan menggunakan bahasa. Jadi berbagai unsur bahasa sepertinkosakata, bentuk serta makna kata, bentuk serta makna kalimat, bunyi bahasa, dan ejaan, tidaklah diajarkan secara berdiri sendiri berbagai unsur-unsur yang terpisah, melainkan dijelaskan di dalam kegiatan berbahasa. 2.) Perkembangan kognitif Piaget (1997) menawarkan empat fase perkembangan kognitif yaitu sensorimotor, praoperasional, berpikir konkret, dan berpikir formal. Perubahan berpikir dari berpikir konkret ke berpikir abstrak berimplikasi bagi kegiatan pembelajaran berbahasa dan bersastra. 3.) Permasalahn Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Berdasarkan pemetaan SK-KD, ragam wacana, dan sumber menunjukan bahwa pembelajaran bahasa Indonesia ditunjukan untuk berbagai kepentingan. Nmaun, kepentingan ini dirasa belum dapat diraih dengan baik. Contohnya : Kegiatan membaca dan menulis dalam kegiatan pembelajaran berbahasa dan bersastra memiliki porsi yang lebih banyak daripada kegiatan berbicara dan mendengarkan. Hal ini mengindikasikan bahwa pembelajaran membaca dan menulis harus mendapat prlakuan khusu dari para guru bahasa Indonesia. c. Sumber dan Media Pembelajaran Bahasa Indonesia Beberapa sumber belajar siswa yang dapat digunakan antara lain: 1. Buku teks pembelajaran 2. Laporan hasil penelitian 3. Jurnal 4. Pakar bidang studi 5. Kalangan professional 6. Penerbitan berkala 7. Internet Selain sumber belajar, siswa juga memerlukan adanya media pembelajaran yang secara umum dapat dibedakan menjadi media audio, media visual, dan media audio-visual. d. Pengembangan Rencana Pembelajaran Bahasa Indonesia Kegiatan ini dilakukan dengan membangun silabus dan pembuatan RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) sebagai bahan pengembangan kegiatan pembelajarn untuk para siswa.